Keuchik di Abdya Manfaatkan Dana Desa Untuk Kesehatan Masyarakat - OBJEKTIF id

Mobile Menu

Powered by Blogger.

Advertisement

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

More News

logoblog

Keuchik di Abdya Manfaatkan Dana Desa Untuk Kesehatan Masyarakat

Monday, October 22, 2018
Kepala desa (Keuchik) gampong Rukoen Damee, kecamatan Babahrot kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Munawar, S.Stp mengatakan Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu) yang di program kan nya adalah salah satu jalan menjaga kesehatan masyarakat, hal tersebut dikatakannya di sela-sela pelaksanaan Posyandu Semarak disana, Senin (22/10/2019).

Posyandu Semarak bertujuan agar kesehatan masyarakat gampong Rukoen Damee dapat terpantau dan terseksi, sehingga jika suatu saat penyakit terjangkit disana, langkah yang harus dilakukan pun sudah lebih mudah.

"Tujuannya agar penyakit yang diderita bayi dan anak-anak balita (bawah lima tahun) dapat segera terdeteksi, langkah yang perlu dilakukan pun sudah lebih mudah," ungkap Keuchik Munawar.

Program Posyandu Semarak adalah kegiatan kesehatan dari masyarakat, oleh dan untuk masyarakat, serta turut dibantu oleh petugas kesehatan setempat. Namun, pemerintahan gampong juga memberikan dukungan penuh dengan mengalokasikan anggaran dana desa untuk kebutuhan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintahan desa mengalokasikan anggaran untuk kegiatan Posyandu, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan untuk peningkatan kesehatan masyarakat," ujarnya.

Munawar juga mengutarakan, partisipasi dan dukungan masyarakat demi terwujudnya kesehatan masyarakat setempat juga sangat penting. Walaupun anggaran yang plot untuk kegiatan Posyandu oleh Kepala desa, tapi manfaatnya diharapkan sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

"Bentuk dukungan yang kita berikan dengan mensupport dana dan juga pengadaan kelengkapan alat posyandu, seperti Meja, Kursi, timbangan dan gizi tambahan," diutarakan Munawar.

Selain untuk empat prioritas pembangunan berupa fisik di tingkat desa, penggunaan Dana Desa juga diperbolehkan untuk kegiatan pemberdayaan, seperti memfasilitasi berdirinya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Menurut Saed Fahmi Pendamping Profesional bidang pendampingan dana desa mengatakan bahwa peruntukan dana desa juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

"Salah satu peruntukkan dana desa adalah untuk peningkatan kesehatan masyarakat, dan hal ini bisa dilakukan dengan mengalokasikan dana desa pada sumber potensi yang sudah ada di desa sejak dahulu yaitu melalui kegiatan posyandu," kata Saed Fahmi.

Posyandu merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan di desa Posyandu, biasanya terletak di masing-masing dusun.

Hal ini agar pelayanan kesehatan bisa lebih mudah di akses oleh masyarakat di tingkat paling bawah. Adapun bentuk dukungan alokasi dari Dana Desa untuk kegiatan Posyandu antara lain, pemberian makanan tambahan untuk bayi dan anak balita.

"Pemberian makanan tambahan untuk kesehatan ibu hamil, untuk balita gizi buruk dan lainnya, sehingga dengan kucuran anggaran yang setiap bulan diberikan tidak ada lagi kita mendapat informasi ada balita yang mengalami gizi buruk dibawah garis merah," tegas Saed.

Kegiatan Posyandu Semarak ini juga menjadikan Posyandu itu bukan bagian yang menakutkan bagi anak-anak, tapi menjadikan ajang gembira dan menyenangkan bagi anak, sehingga partisipasi ibu-ibu untuk membawa anak mereka kedepan lebih meningkat.

"Keaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan anaknya. Banyak program dan fasilitas yang disediakan pemerintah akan menjadi sia-sia jika ibu dan balita tidak datang ke Posyandu," tutup Saed Fahmi.


Posyandu Semarak yang dilaksanakan gampong Rukoen Damee, selain Keuchik Munawar, juga terlibat aparatur desa lainnya, bidan desa, petugas medis dari Puskesmas, kader Posyandu dan pendamping P3MD (PD dan PLD) kecamatan Babahrot.