Lawan Kezaliman dan Kejahatan HAM - OBJEKTIF id

Mobile Menu

Powered by Blogger.

Advertisement

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

More News

logoblog

Lawan Kezaliman dan Kejahatan HAM

Sunday, December 23, 2018


Nasib etnis Uighur tengah menjadi perhatian dunia, menyusul tingginya krisis kemanusiaan yang kembali menimpa jutaan warga Uighur di Xinjiang, Cina. Masyarakat ramai membincang hak asasi etnis Uighur, yang kini dibelenggu regulasi Pemerintah Cina.

Protes disuarakan, termasuk dukungan kemanusiaan dari seluruh elemen bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari elemen bangsa yang humanis, Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut menyatakan sikap atas adanya bentuk kezaliman terhadap nilai-nilai kemanusiaan tersebut. Salah satunya adalah tuntutan terhadap Pemerintah Cina untuk mengakhiri penindasan terhadap etnis Uighur.

Hal ini disampaikan oleh Presiden ACT Ahyudin di sela konferensi pers terkait pernyataan sikap dan aksi kemanusiaan untuk Uighur, Jumat (21/12). “Hari ini dunia tau seperti apa krisis yang menimpa Uighur yang bersumber dari kezaliman pemerintah mereka, seperti pelarangan hak untuk beribadah. Siapa pun dan di mana pun umat yang mengalami kekejaman atau kezaliman, maka sudah sewajarnya ACT, lembaga kemanusiaan, menyuarakan dukungan kemanusiaan bagi mereka, termasuk Uighur,” ungkap Ahyudin, Jumat (21/12).

 Ahyudin juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama mengimbau bangsa Indonesia agar terus menyuarakan keadilan dan pembelaan atas etnis Uighur di Cina dan di berbagai negara tempat mereka mencari suaka.

 “Kami sangat berharap, apa yang kami lakukan ini dapat mempelopori gerakan kepedulian umat atas tragedi yang menimpa etnis Uighur. Kami tengah berikhtiar untuk memberikan dukungan advokasi, dan juga bantuan kemanusiaan seperti yang selama ini ACT lakukan untuk warga dunia yang terdampak krisis kemanusiaan,” imbuh Ahyudin.

 Terkait dukungan kemanusiaan, ACT telah mengirimkan Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I. Tim kemanusiaan ini diberangkatkan secara bertahap, menuju wilayah-wilayah di mana etnis Uighur mengungsi dari tindakan represi Pemerintah Cina di Xinjiang. Sejumlah wilayah tersebut di antaranya Turki, Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

 “Keempat negara itu bertetangga dengan Xinjiang dan menjadi destinasi utama warga Uighur dalam mencari suaka. Ada ratusan ribu jiwa Uighur tersebar di empat negara tersebut. Ke sana lah tim kami menuju,” terang Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President ACT, Jumat (21/12).

 Tidak hanya itu, Syuhelmaidi menambahkan bahwa Tim SOS untuk Uighur I juga tengah berikhtiar untuk dapat menjangkau warga Uighur di Xinjiang, Cina. Ikhtiar menjalankan aksi kemanusiaan di Xinjiang, menurut Syuhelmaidi, akan menjadi upaya yang menantang, mengingat wilayah tersebut menjadi pusat krisis Uighur saat ini. Namun demikian, dengan “Kami hanya bisa berusaha yang terbaik dan berdoa kepada Allah SWT. Dengan pengalaman 13 tahun menjalankan aksi-aksi kemanusiaan, kami yakin ada jalan dan kita bisa masuk ke wilayah tersebut. Misi ini kan misi baik, yakinlah banyak orang-orang baik yang akan membantu kita. Atas nama lembaga dan bangsa, kami memberanikan diri mengirimkan tim ke sana,” ungkap Syuhelmaidi.